Teknik Hidroponik untuk Pemula

Inilah 2 Teknik Hidroponik untuk Pemula

Teknik Hidroponik untuk Pemula yang sangat sederhana ini mulai digunakan sebagai teknik budidaya berbagai tanaman buah dan sayuran di perkotaan. Tentu saja hal ini dikarenakan banyak orang yang penasaran bercocok tanam tanpa menggunakan tanah yang tentunya lebih higienis.

Apalagi hasil dari penanaman sayur dan buah secara hidroponik dapat dikonsumsi sendiri, sehingga setelah merawatnya berhari-hari akan ada hasil yang dapat dirasakan secara nyata.

Untuk Anda yang masih awam dan tergolong pemula dalam dunia hidroponik, jangan khawatir karena Anda dapat mulai menanam secara hidroponik dengan mudah, asalkan tahu cara-caranya serta memulai dari tumbuhan yang mudah ditanam.

Jenis Tanaman Hidroponik yang Cocok Bagi Pemula

Sebetulnya berbagai jenis tanaman dapat ditumbuhkan dengan berbagai media hidroponik. Hanya saja terdapat tingkat kesulitan dari mulai yang mudah hingga yang agak sulit. Suatu tumbuhan dikategorikan mudah jika tumbuhnya cepat serta tidak memerlukan perlakuan khusus untuk dapat tumbuh.

Beberapa contoh sayuran dan buah yang dapat Anda pilih untuk ditanam hidroponik antara lain kangkung, selada air, sawi, tomat, melon, cabai, dan timun. Menanam jenis sayuran dan buah tersebut sangat kecil risikonya untuk gagal, panen akan berkualitas dan bisa berkali-kali panen.

Selengkapnya baca: Kenali 10 Macam Media Tanam untuk Hidroponik

Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Sebagai gantinya, Anda memerlukan media khusus sebagai pengganti tanah. Media tanam hidroponik dapat berupa arang sekam (sekam padi yang dibakar hingga menghitam), sabut kelapa (cocopeat), pasir, kerikil, spons, serbuk kayu, rockwool, perlit, vemikulit, atau pumice. Biasanya tidak semua media ini digunakan, dan disesuaikan dengan jenis tumbuhan yang ingin ditanam.

Nutrisi Bagi Tanaman Hidroponik

Berbagai unsur hara yang biasanya terkandung di dalam tanah sebagai nutrisi tumbuhan kini tidak lagi ada karena hidroponik tidak menggunakan tanah dalam teknik penanamannya. Oleh karena itulah dibutuhkan nutrisi khusus yang akan digunakan sebagai zat yang akan membentuk sel-sel tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

Nutrisi dapat berupa larutan AB Mix yang banyak ditemukan di toko pertanian. Anda juga bisa membuat sendiri larutan nutrisi untuk bertanam secara hidroponik, dengan bahan berupa pupuk urea, pupuk KCL, dan pupuk NPK.

Cara pembuatan nutrisi AB MIX Sederhana:

Langkah pertama yakni campurkan masing-masing 1000 gram pupuk KCL, urea, dan NPK.

Kemudian tambahkan 50 gram pupuk daun dan 20 L air. Jika memungkinkan gunakan air sungai atau sumur. Jika di tempat Anda hanya tersedia air PDAM, endapkan terlebih dahulu selama 7-10 hari. Aduk hingga merata.

Larutan nutrisi siap digunakan. Simpan dan tuangkan ke dalam peralatan hidroponik ketika diperlukan.

Teknik Hidroponik Untuk Pemula

Walaupun terdapat banyak sekali teknik hidroponik untuk pemula, setidaknya ada dua macam teknik yang paling mudah, yaitu teknik sumbu (wick) dan sistem apung, yang akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

1. Menggunakan Sistem Apung – Wick System (Sistem Sumbu)

Dinamakan seperti ini karena memang dibuat semacam sumbu dari kain yang panjang untuk mengalirkan nutrisi dengan memanfaatkan sifat kapilaritas pada kain.

Teknik Hidroponik untuk Pemula
Teknik Hidroponik untuk Pemula

Nutrisi yang diletakkan di bagian bawah tumbuhan akan naik perlahan-lahan menuju media tanam untuk kemudian menjadi asupan bagi tumbuhan.

Untuk menanam tumbuhan hidroponik menggunakan wick system, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  • Langkah pertama yang harus kita lalukan adalah belah sebuah botol air mineral ukuran 600 mL menjadi dua bagian. Botol akan terbagi menjadi bagian atas dan bagain bawah. Anda bisa juga menggunakan dua buah gelas plastik bekas minuman.
  • Botol yang telah dibelah kemudian ditumpuk dengan cara mulut botol bagian atas dimasukkan ke potongan botol bagian bawah sehingga bertumpuk.
  • Kemudian tambahkan kain yang cukup panjang sebagai sumbu untuk saluran nutrisi. Letakkan kain hingga menyumbat mulut botol dan menjangkau dasar botol bagian bawah.
  • Selanjutnya Anda bisa menambahkan media tanam di potongan botol bagian atas. Semai bibit di atas media tanam.
  • Pada botol bagian bawah, diisikan nutrisi yang nantinya dibutuhkan oleh tumbuhan. Pastikan nutrisi selalu tersedia bagi tanaman. Isi ulang larutan nutrisi ketika mulai habis atau kain sumbu terlihat kering.
  • Benih siap ditumbuhkan dan dipanen jika sudah cukup matang.

2. Floating System (Sistem Apung)

Berbeda dengan sistem sumbu, sistem apung tidak membutuhkan kain sumbu untuk mengalirkan nutrisi, karena nutrisi langsung bersentuhan dengan akar tanaman.

Teknik Hidroponik untuk Pemula
Teknik Hidroponik untuk Pemula

Berikut merupakan langkah-langkah menanam hidroponik menggunakan teknik sistem apung:

  • Anda memerlukan kotak styrofoam dengan tutup. Bagian dalam kotak styrofoam diisikan dengan larutan nutrisi.
  • Lubangi bagian bawah gelas plastik, isi dengan rockwool arau spons.
  • Bagian tutup kotak styrofoam dibuat berlubang-lubang dengan jarak 3-5 cm sebagai tempat gelas plastik berlubang diletakkan.
  • Bibit perlu disemai terlebih dahulu di media arang sekam. Setelah muncul daun, barulah bibit bisa dipindahkan ke gelas plastik yang telah berisikan media.
  • Pastikan bagian bawah gelas plastik menyentuh larutan nutrisi, segera tambahkan jika larutan nutrisi mulai berkurang.

Penutup

Demikianlah teknik hidroponik untuk pemula yang sangat sederhana seperti diatas. Cukup mudah, bukan? Yuk, memulainya dari pekarangan rumah sendiri.